Trading
Academy

Kuasai trading dengan Academy TMGM – sumber utama Anda untuk strategi, wawasan pasar, dan tips manajemen risiko untuk trading yang lebih cerdas.
MT4 & MT5
Teknis
Trading & Strategies
Morning Brief
Forex
CFD
Kripto
Indeks
Gold & Precious Metals
Oil
Indikator
Lainnya
Saham
Reset
Tampilkan Semua
Smart Money Concept (SMC): Pengertian dan Cara Menerapkannya dalam Trading
Smart Money Concepts (SMC) adalah kerangka trading berbasis pergerakan harga (price action) yang menggunakan struktur pasar, likuiditas, order block, dan fair value gap untuk mengidentifikasi potensi peluang trading. Kerangka ini bertujuan untuk menafsirkan bagaimana aktivitas institusi dapat memengaruhi pergerakan harga di pasar keuangan, sehingga membantu trader mengenali kemungkinan kelanjutan dan pembalikan tren. SMC tidak secara langsung mengungkap order institusi. Sebaliknya, trader menggunakan pola harga yang dapat diamati untuk membentuk pandangan mengenai arah pasar, merencanakan titik masuk dan keluar, serta mengelola risiko trading.
Lanjutkan membaca
40 menit baca
Indikator Average True Range (ATR): Rumus, Cara Membaca, dan Cara Menggunakannya
Average True Range (ATR) adalah indikator volatilitas yang menghitung rata-rata rentang harga sebenarnya (true range) selama periode tertentu, dengan pengaturan bawaan 14 periode, untuk menunjukkan seberapa besar pergerakan harga suatu aset biasanya dalam rentang waktu tersebut, terlepas dari arah pergerakannya. J. Welles Wilder Jr. memperkenalkan indikator ini dalam buku New Concepts in Technical Trading Systems pada 1978, awalnya untuk pasar komoditas, karena rentang yang hanya dihitung dari selisih harga tertinggi dan terendah tidak mencakup pergerakan akibat kesenjangan harga (gap) di pasar aset acuan. ATR dinyatakan dalam satuan harga, bukan persentase. Saham seharga 250 dolar dengan ATR 6,00 dan saham seharga 25 dolar dengan ATR 2,40 dapat memiliki tingkat volatilitas yang sama, karena besarnya nilai ATR mengikuti skala harga aset. Menafsirkan satu nilai ATR tanpa mempertimbangkan konteks tersebut merupakan kesalahan paling umum dalam penggunaan indikator ini.
Lanjutkan membaca
31 menit baca
Judas Swing: Pengertian, Strategi Trading ICT, dan Contoh
Judas Swing adalah pergerakan harga semu di sekitar awal sesi perdagangan yang menembus level penting sebelum berbalik ke arah berlawanan. Dalam pendekatan Inner Circle Trader (ICT), trader mencari pola ini di sekitar sesi London atau New York, sering kali ketika harga menyapu likuiditas di atas atau di bawah rentang harga sesi Asia. Judas Swing bullish melibatkan pergerakan turun semu yang diikuti pembalikan naik, sedangkan Judas Swing bearish diawali pergerakan naik semu sebelum berbalik turun. Trader menilai waktu terjadinya pola dalam sesi perdagangan, penyapuan likuiditas, dan pergeseran struktur pasar untuk mengidentifikasi potensi peluang trading, meskipun tidak setiap penembusan semu berujung pada pembalikan arah.
Lanjutkan membaca
25 menit baca
Apa Itu Pola Rectangle dan Bagaimana Cara Memperdagangkannya?
Pola persegi panjang adalah pola grafik ketika harga bergerak mendatar di antara level support dan resistance yang horizontal, yang menunjukkan keseimbangan antara pembeli dan penjual. Pola grafik persegi panjang biasanya merupakan pola kelanjutan tren: pola persegi panjang bullish terbentuk saat tren naik, sedangkan pola persegi panjang bearish terbentuk saat tren turun. Trader menggunakan 2 strategi utama untuk memperdagangkan pola persegi panjang: 1) trading dalam rentang harga, yaitu membeli di dekat support dan menjual di dekat resistance, dan 2) trading breakout, yaitu membuka posisi ketika candle ditutup di luar pola persegi panjang, dengan target harga yang ditentukan dengan memproyeksikan tinggi vertikal pola dari titik breakout.
Lanjutkan membaca
41 menit baca
Trading Pola Butterfly: Cara Mengidentifikasi dan Memperdagangkan Pola Harmonik Butterfly
Trading dengan pola butterfly adalah praktik menggunakan pola grafik pembalikan harmonik butterfly — yaitu pola grafik lima titik XABCD yang ditentukan oleh rasio Fibonacci tertentu — untuk mengidentifikasi zona potensi pembalikan tren serta merencanakan titik masuk, stop loss, dan target profit. Pola butterfly tidak berkaitan dengan strategi butterfly spread yang digunakan dalam perdagangan opsi, dan titik D terbentuk melewati titik awal X. Bagi trader dan investor yang menggunakan analisis teknikal dalam perdagangan forex, saham, indeks, dan komoditas, panduan ini menjelaskan cara mengenali pola butterfly, memvalidasi pengukuran Fibonacci utamanya, serta membedakan setup bullish dan bearish. Panduan ini juga menguraikan rencana trading empat langkah, cara mengidentifikasi pola pada grafik di platform seperti MT4 dan MT5, contoh penerapan dengan setiap angka yang telah diperiksa, perbedaannya dengan pola harmonik serupa seperti Gartley, serta keunggulan dan keterbatasan utama trading dengan pola ini.
Lanjutkan membaca
50 menit baca
Apa Itu Pola Rising Wedge dan Bagaimana Cara Trading dengan Pola Ini?
Lanjutkan membaca
40 menit baca
Apa Itu Pola Descending Triangle dan Bagaimana Cara Trading dengan Pola Ini?
Pola descending triangle (segitiga menurun) adalah pola grafik bearish yang terbentuk dari garis tren atas yang menurun melalui serangkaian puncak yang semakin rendah dan level support horizontal yang datar di bawahnya. Pola ini biasanya mengindikasikan kelanjutan tren turun, tetapi juga dapat terbentuk di puncak tren naik sebagai sinyal pembalikan arah menjadi bearish.
Lanjutkan membaca
46 menit baca
Apa Itu Pola Segitiga Simetris?
Pola segitiga simetris adalah pola grafik yang terbentuk dari dua garis tren yang saling mendekat: garis tren atas yang menurun melalui titik-titik tertinggi yang semakin rendah dan garis tren bawah yang menanjak melalui titik-titik terendah yang semakin tinggi. Pola segitiga simetris menunjukkan fase konsolidasi sebelum terjadi penembusan, yang dalam sebagian besar kasus bergerak searah dengan tren yang sedang berlangsung.
Lanjutkan membaca
42 menit baca
Apa Itu Pola Inverse Head and Shoulders dan Bagaimana Cara Trading dengan Pola Ini?
Pola inverse head and shoulders adalah pola grafik pembalikan bullish yang terbentuk pada akhir tren turun dan mengisyaratkan kemungkinan dimulainya tren naik. Pola inverse head and shoulders memiliki tiga lembah, dengan lembah tengah (kepala) sebagai titik terendah. Pola ini terkonfirmasi ketika harga ditutup di atas neckline, yaitu level resistance yang ditarik melalui dua puncak di antara ketiga lembah tersebut. Trader biasanya menggunakan pola inverse head and shoulders dalam tiga langkah: 1. mengonfirmasi breakout dengan penutupan harga di atas neckline, 2. membuka posisi beli saat breakout atau saat harga menguji ulang neckline, dan 3. menetapkan stop-loss di bawah bahu kanan dengan target profit sejauh tinggi pola.
Lanjutkan membaca
41 menit baca
Lihat Lebih Banyak
Bergabunglah dengan Lebih dari 1.000.000 klien di platform trading pemenang penghargaan kami
1
Daftar Akun
Live
2
Danai Akun
Anda
3
Mulai Trading
Seketika
Buka Akun

Tetap Unggul dengan Wawasan & Analisis Pasar TMGM