Pola three black crows adalah pola candlestick bearish yang terdiri atas tiga candle bearish panjang berturut-turut, muncul setelah tren naik, dan memperingatkan kemungkinan pembalikan dari tren naik menjadi tren turun. Setiap candle dibuka di dalam badan candle sebelumnya dan ditutup di bawah harga penutupan sebelumnya, mendekati harga terendah sesinya sendiri, dengan sumbu pendek atau tanpa sumbu.
Ada tiga hal yang menentukan apakah pola ini layak dijadikan dasar transaksi: tren naik yang jelas sebelumnya, volume yang meningkat sepanjang pembentukan ketiga candle, dan candle konfirmasi yang ditutup di bawah harga terendah candle ketiga. Seluruh pembahasan lain dalam panduan ini berangkat dari ketiga hal tersebut.
Apa Itu Pola Candlestick Three Black Crows?
Pola candlestick three black crows adalah pola pembalikan bearish yang mengisyaratkan kemungkinan peralihan dari tren naik menjadi tren turun. Pola ini terbentuk ketika tiga candle bearish panjang muncul berturut-turut di puncak kenaikan, masing-masing ditutup lebih rendah daripada candle sebelumnya.
Ada tiga syarat yang menentukan bentuknya. Setiap candle dibuka di dalam badan candle sebelumnya, dan masing-masing ditutup di bawah harga penutupan sebelumnya, mendekati harga terendahnya sendiri.
Setiap candle juga memiliki badan panjang dengan sumbupendek atau tanpa sumbu, yaitu garis tipis yang menandai harga tertinggi dan terendah sesi.
Ini merupakan pola visual, sehingga tidak memerlukan perhitungan. Anda membacanya langsung dari grafik.
Ada satu hal yang perlu diperjelas sejak awal agar tidak membingungkan. Platform modern menggambarkan candle bearish dengan warna merah dan candle bullish dengan warna hijau. Jadi, jika Anda mencari candle yang benar-benar berwarna hitam, Anda tidak akan menemukannya. Candle merah di platform Anda itulah yang disebut black crows.
Apa Makna Pola Three Black Crows?
Nama ini berasal dari teknik grafik candlestick Jepang kuno, yang dikembangkan oleh pedagang beras di Jepang beberapa abad sebelum teknik tersebut dikenal di pasar Barat. Dalam tradisi itu, burung gagak melambangkan peringatan atau kabar buruk, sehingga kemunculan tiga gagak sekaligus dipahami sebagai sinyal negatif yang kuat.
Kata "black" berasal dari konvensi grafik pada masa ketika candle penurunan dicetak berwarna hitam di atas kertas putih. Makna pola ini tidak berkaitan dengan warna, melainkan sepenuhnya dengan tekanan jual selama tiga sesi berturut-turut.
Bagaimana Cara Mengidentifikasi Pola Three Black Crows?
Ada enam syarat yang harus terpenuhi agar suatu formasi dapat disebut pola three black crows.
Didahului oleh tren naik yang jelas. Pola ini mengisyaratkan pembalikan, sehingga harus ada tren yang dapat berbalik. Tanpa tren naik sebelumnya, formasi ini kehilangan maknanya.
Tiga candle bearish berturut-turut. Tiga sesi berurutan ditutup di bawah harga pembukaannya masing-masing, tanpa candle bullish di antaranya.
Setiap candle dibuka di dalam badan candle sebelumnya. Harga pembukaan berada di antara harga pembukaan dan penutupan candle sebelumnya.
Setiap candle ditutup di bawah harga penutupan sebelumnya. Rangkaian harga penutupan bergerak semakin rendah dari satu sesi ke sesi berikutnya.
Badan candle panjang. Badan yang panjang menunjukkan bahwa penjual memegang kendali sepanjang sesi.
Sumbu pendek atau tanpa sumbu. Sumbu, yang juga disebut wick, menunjukkan seberapa jauh harga bergerak melampaui harga pembukaan dan penutupan. Sumbu pendek berarti pembeli tidak berhasil mengangkat harga secara berarti dari level terendahnya.
Penting: Setiap candle harus dibuka di dalam badan candle sebelumnya. Pada candle bearish, harga penutupan berada di bagian bawah badan candle, sehingga harga pembukaan di atas harga penutupan sebelumnya tetap memenuhi syarat.
Catatan ini menjelaskan pertentangan yang akan Anda temui di hampir semua artikel tentang pola ini. Sebagian sumber menyatakan bahwa setiap candle dibuka lebih tinggi daripada harga penutupan sebelumnya; sumber lain menyatakan bahwa setiap candle dibuka di dalam badan candle sebelumnya. Keduanya menggambarkan kejadian yang sama dari titik acuan berbeda, karena pada candle merah, harga penutupan merupakan batas bawah badan candle.
Jika Anda menginginkan penyaringan yang lebih ketat, syaratkan setiap candle ditutup di bawah harga terendah candle sebelumnya, bukan di bawah harga penutupannya. Cara ini menghasilkan lebih sedikit sinyal, tetapi dengan kualitas yang lebih baik.
Apa yang Membatalkan Pola Ini
Kebanyakan panduan hanya mencantumkan persyaratan pola ini. Padahal, ada dua hal yang menggugurkan formasi yang sekilas terlihat memenuhi syarat.
Yang pertama adalah gap turun. Jika suatu candle dibuka di bawah badan candle sebelumnya, bukan di dalamnya, formasi tersebut secara definisi bukan three black crows, meskipun dalam praktiknya gap turun sering kali lebih bearish. Hal ini lebih relevan pada saham, yang sering mengalami gap antarsesi, dibandingkan pada forex spot, yang jarang mengalaminya selain saat pembukaan hari Senin.
Yang kedua adalah sumbu yang panjang. Sumbu bawah yang panjang berarti pembeli mendorong harga kembali naik sebelum setiap penutupan, sehingga penjual tidak pernah sepenuhnya menguasai sesi. Momentum sedang bergeser, dan tren naik masih dapat kembali mendominasi.
Bagaimana Cara Kerja Pola 3 Black Crows?
Pola 3 black crows muncul ketika penjual mengungguli pembeli selama tiga sesi perdagangan berturut-turut.
Sesi yang umum dalam pola ini berlangsung sebagai berikut. Pembeli membuka sesi di atas harga penutupan sebelumnya, yang terlihat seperti kelanjutan tren naik. Seiring berjalannya sesi, penjual mengambil alih kendali, dan harga ditutup mendekati harga terendah sesi akibat tekanan jual.
Sumbu pendek menjadi bukti visual proses tersebut. Tidak ada reli menjelang penutupan yang meninggalkan ekor, sehingga candle berakhir mendekati titik terendahnya.
Satu sesi seperti itu merupakan hal biasa. Namun, jika terjadi tiga kali berturut-turut, dengan setiap sesi dibuka di dalam rentang candle sebelumnya dan ditutup lebih rendah, hal itu menunjukkan bahwa keseimbangan antara pembeli dan penjual memang telah berubah.
Bagaimana Cara Memperdagangkan Pola Candlestick 3 Black Crows?
Mengenali pola dan memperdagangkannya merupakan dua hal berbeda. Formasi ini memberi tahu Anda bahwa penjual telah mengambil alih kendali, tetapi tidak menunjukkan titik masuk, titik keluar, atau besarnya risiko yang perlu diambil.
Cara Anda menindaklanjuti sinyal bergantung pada instrumen yang diperdagangkan. Trader yang dapat membuka posisi short secara langsung menggunakan sinyal ini untuk membuka posisi short; investor yang hanya mengambil posisi long menggunakan sinyal yang sama untuk melindungi posisi yang sudah dimiliki.
Di Mana Titik Masuk untuk Pola Three Black Crows?
Titik masuk standar adalah saat harga menembus ke bawah harga terendah candle ketiga. Menunggu penembusan tersebut membantu Anda menghindari formasi yang tidak berlanjut.
Konfirmasi diperoleh ketika candle berikutnya, yaitu candle konfirmasi, ditutup di bawah harga terendah candle ketiga. Penutupan tersebut menunjukkan bahwa tekanan jual berlanjut ke sesi keempat, bukan habis dalam tiga sesi.
Jika candle konfirmasi gagal menembus harga terendah tersebut, harga dapat berhenti sejenak atau memantul. Trader yang menjual saat penutupan candle ketiga justru menghadapi risiko pada titik itu, dan itulah konsekuensi melewatkan konfirmasi.
Di Mana Sebaiknya Menempatkan Stop Loss?
Ada dua penempatan yang umum digunakan, masing-masing dengan kelebihan dan kekurangan.
Penempatan stop loss di atas harga tertinggi candle ketiga merupakan pilihan yang lebih ketat. Risikonya lebih kecil, tetapi stop loss lebih sering tersentuh karena harga tertinggi candle ketiga dekat dengan harga yang sedang diperdagangkan.
Stop loss di atas harga tertinggi seluruh formasi tiga candle merupakan pilihan yang lebih lebar. Penempatan ini memberi ruang bagi fluktuasi normal dan tidak mudah tersentuh oleh pantulan kecil, tetapi menimbulkan kerugian lebih besar jika pola gagal.
Apa pun pilihannya, pergerakan kembali ke atas level tersebut menunjukkan bahwa penjual telah kehilangan kendali dan skenario transaksi telah gagal.
Bagaimana Cara Menentukan Target?
Area pertama yang perlu diperhatikan adalah level support terdekat, karena di situlah penurunan paling mungkin tertahan. Swing low sebelumnya juga berfungsi serupa, karena harga pernah berbalik di sana.
Banyak trader merencanakan rasio risiko terhadap imbal hasil minimal 1:2, artinya jarak ke target setidaknya dua kali jarak ke stop loss. Merealisasikan sebagian keuntungan di zona support pertama mengamankan sebagian hasil pergerakan sambil membiarkan sisa posisi tetap terbuka.
Bagaimana Cara Menentukan Ukuran Posisi untuk Transaksi Three Black Crows?
Bagian berikut sering diabaikan dalam kebanyakan panduan, padahal memengaruhi cara menentukan ukuran posisi.
Secara definisi, ketiga candle memiliki badan panjang. Masuk di bawah harga terendah candle ketiga dengan stop loss di atas harga tertingginya berarti jarak risiko Anda mendekati tinggi keseluruhan formasi. Jarak stop loss menjadi lebar karena struktur pola, bukan karena pilihan.
Sekarang terapkan target 1:2 pada jarak stop loss yang lebar itu. Target berada sekitar dua kali tinggi formasi di bawah titik masuk, padahal pergerakan sudah berlangsung selama tiga sesi. Pada banyak grafik, level tersebut jauh melampaui support terdekat, tempat penurunan paling mungkin berhenti.
Kiat Profesional: Karena stop loss berada di atas rentang tiga candle, jarak risiko pada skenario ini memang lebar akibat strukturnya. Kurangi ukuran posisi sebelum memperlebar target.
Langkah praktisnya adalah mengurangi ukuran posisi agar stop loss yang lebih lebar menimbulkan nilai kerugian yang sama seperti transaksi lain, serta menjadikan support terdekat sebagai target yang realistis, bukan kelipatan tetap. Hitung terlebih dahulu berdasarkan grafik Anda sendiri sebelum membuka transaksi.
Indikator Apa yang Mengonfirmasi Candlestick Three Black Crows?
Pola candlestick three black crows merupakan titik awal analisis. Trader yang hanya mengandalkannya akan terpapar setiap sinyal palsu yang dihasilkan pola ini.
Indikator Relative Strength Index (RSI) paling sering dipadukan dengan pola ini dan berguna pada dua momen berbeda. RSI di atas 70 sebelum pola terbentuk menunjukkan bahwa tren naik berada dalam kondisi jenuh beli, sehingga pembalikan menjadi masuk akal. RSI di bawah 30 setelah candle ketiga ditutup menunjukkan bahwa pergerakan sudah terlalu jauh, yang menjadi peringatan bahwa Anda terlambat masuk.
Kedua pembacaan tersebut menjawab pertanyaan berbeda, jadi bacalah secara berurutan: 70 saat harga naik, 30 setelah pola selesai terbentuk.
Indikator MACD memberikan pemeriksaan kedua. Garis MACD yang memotong ke bawah garis sinyal sekitar waktu pola selesai terbentuk menunjukkan bahwa momentum bearish sedang menguat di balik pergerakan harga.
Penembusan ke bawah level support terdekat pada periode yang sama memberikan konfirmasi tambahan. Sebagian trader juga memantau osilator stokastik untuk memperoleh informasi jenuh beli dan jenuh jual yang sama seperti yang diberikan RSI.
Bagaimana Volume Memengaruhi Pola Three Black Crows?
Volume merupakan filter tunggal terkuat untuk pola ini. Volume yang tinggi dan terus meningkat sepanjang ketiga candle menunjukkan banyak pelaku pasar sedang menjual, sehingga mendukung kemungkinan pergerakan berlanjut. Volume rendah sepanjang ketiga candle sangat melemahkan sinyal dan meningkatkan kemungkinan pola gagal.
Ada cara yang lebih tajam untuk membaca hal yang sama. Perhatikan pula volume selama tren naik menjelang pembentukan pola. Volume rendah saat kenaikan yang diikuti volume tinggi pada three crows menggambarkan tren naik yang dibangun oleh sedikit pelaku pasar lalu dibalikkan oleh banyak pelaku pasar. Inilah konfigurasi terkuat yang dihasilkan pola ini.
Yang lebih penting adalah volume dari masing-masing pihak, bukan jumlah pelaku pasar di setiap pihak.
Apa yang Membuat Pola 3 Black Crows Lebih Andal?
Ada dua konteks yang meningkatkan peluang keberhasilan, meskipun keduanya bukan pemicu transaksi jika berdiri sendiri.
Sinyal pola lebih kuat ketika terbentuk pada atau di dekat level resistance yang sebelumnya gagal ditembus harga. Penjual yang mempertahankan level yang pernah mereka pertahankan sebelumnya memberikan dasar yang lebih kuat daripada penjual yang muncul secara acak.
Sinyalnya juga lebih kuat ketika kenaikan sebelumnya berada dalam kondisi jenuh beli. Pasar yang telah bergerak naik jauh tanpa jeda memiliki lebih banyak trader dengan keuntungan yang belum direalisasikan, sehingga ada lebih banyak alasan untuk terjadinya aksi ambil untung.
Bagaimana Cara Memperdagangkan Pola Three Crows pada Forex dan CFD?
Kebanyakan panduan tentang pola three crows ditulis untuk trader saham yang tidak dapat membuka posisi short secara langsung, sehingga pembaca diarahkan ke opsi atau kontrak berjangka. Trader forex dan CFD dapat membuka posisi short secara langsung. Hal ini menghilangkan masalah tersebut, tetapi menghadirkan empat pertimbangan tersendiri.
Secara struktur, membuka posisi short tidak menimbulkan biaya tambahan. Posisi short dibuka dengan cara yang sama seperti posisi long, sehingga titik masuk, stop loss, dan target yang dijelaskan di atas berlaku tanpa perubahan.
Swap berlaku untuk posisi yang ditahan melewati rollover harian. Menahan posisi short semalam dapat memberi pendapatan atau menimbulkan biaya, bergantung pada selisih suku bunga antara kedua mata uang dalam pasangan tersebut. Pola ini sering membutuhkan beberapa sesi untuk mencapai target, sehingga biaya atau kredit tersebut perlu diperiksa sebelum Anda masuk.
Stop loss tidak melindungi Anda dari gap akhir pekan. Pasar forex tutup lalu dibuka kembali, dan stop loss di atas harga tertinggi candle ketiga akan dieksekusi pada harga pembukaan hari Senin jika harga mengalami gap melampaui level tersebut. Menahan posisi short beberapa sesi hingga melewati akhir pekan harus menjadi keputusan sadar, bukan kebiasaan otomatis.
Waktu penutupan harian platform menentukan bentuk candle. Pola candlestick harian sepenuhnya bergantung pada batas waktu pergantian hari perdagangan. Sebagian besar broker forex menutup candle harian pada pukul 17.00 waktu New York. Platform yang menggunakan batas waktu berbeda menghasilkan candle harian berbeda dari data harga yang sama. Artinya, pasar yang sama dapat menampilkan pola three black crows di satu platform, tetapi tidak di platform lain.
Seperti Apa Pola Candlestick 3 Black Crows pada Grafik?
Salah satu contoh yang terdokumentasi terjadi pada grafik mingguan GBP/USD pada minggu ketiga Mei 2018, ketika three black crows terbentuk setelah kenaikan berkelanjutan pada pasangan tersebut.
Ada tiga ciri yang membuat formasi itu mudah dibaca. Tren naik sebelum pola terbentuk cukup curam, sehingga ada kenaikan yang jelas untuk dibalikkan. Selain itu, sumbu setiap candle pendek, sehingga setiap minggu ditutup mendekati harga terendahnya.
Panjang candle tidak bertambah secara bertahap, tetapi candle terakhir merupakan yang terpanjang dari ketiganya. Tekanan jual masih terus menguat saat pola selesai terbentuk.
Versi pola yang gagal terlihat hampir identik pada tiga candle pertama. Perbedaannya muncul pada candle keempat: harga bertahan di atas harga terendah candle ketiga, sumbu bawah muncul, dan pasangan tersebut kembali bergerak ke dalam rentang sebelumnya alih-alih menembus ke bawah.
Three Black Crows vs Three White Soldiers: Apa Perbedaannya?
Pola three white soldiers merupakan kebalikan bullish dari three black crows. Pola ini terbentuk setelah tren turun dan mengisyaratkan kemungkinan pergerakan naik.
Strukturnya sama, tetapi arahnya terbalik. Tiga candle bullish panjang muncul berturut-turut, masing-masing dibuka di dalam badan candle sebelumnya, ditutup di atas harga penutupan sebelumnya, dan memiliki sumbu pendek.
Catatan kehati-hatian yang sama berlaku untuk keduanya. Dukungan volume dan konfirmasi dari indikator kedua sama pentingnya bagi three white soldiers maupun three black crows. Keduanya tidak andal jika diperdagangkan tanpa alat analisis lain.
Apa Saja Keterbatasan Pola Three Black Crows?
Ada enam keterbatasan yang perlu diketahui sebelum Anda memperdagangkan pola ini.
Pola ini memberikan sinyal keliru saat pasar bergerak dalam rentang. Saat harga bergerak mendatar, pola ini sering terbentuk dan berakhir dengan pergerakan kembali melintasi rentang, bukan tren turun baru. Bagian atas rentang bahkan dapat lolos pemeriksaan tren naik yang hanya melihat periode historis singkat. Inilah yang membuat trader akhirnya membuka posisi short di dasar rentang.
Sumbu panjang melemahkan sinyal. Sumbu bawah yang panjang menunjukkan pembeli terus kembali masuk, dan tren naik mungkin berlanjut.
Berita dapat mengalahkan sinyal pola. Hasil kinerja yang kuat, keputusan suku bunga, atau penguatan pasar secara luas dapat membalikkan arah pergerakan yang diperkirakan, terlepas dari apa yang ditunjukkan candle.
Pola ini bekerja lebih baik pada kerangka waktu yang lebih tinggi. Grafik harian dan mingguan menghasilkan lebih sedikit sinyal, tetapi kualitasnya lebih baik. Kerangka waktu intraday menghasilkan jauh lebih banyak formasi yang tidak berlanjut.
Pembacaannya melibatkan pertimbangan subjektif. Tidak ada definisi baku mengenai seberapa pendek sumbu yang masih dapat diterima atau seberapa panjang badan yang dianggap memadai. Karena itu, dua trader dapat berbeda pendapat tentang apakah tiga candle yang sama memenuhi syarat.
Tidak ada pola candlestick yang dapat diandalkan sendirian. Termasuk pola ini.
Mengapa Pola Three Black Crows Sering Menjadi Sinyal yang Terlambat?
Pola ini membutuhkan tiga candle lengkap agar terbentuk. Saat candle ketiga ditutup, tekanan jual selama tiga sesi sudah terjadi dan sebagian besar pergerakan yang berarti sudah berlalu.
Menunggu candle konfirmasi menambah penundaan hingga sesi keempat. Langkah ini tepat untuk meningkatkan kualitas sinyal, tetapi membuat Anda kehilangan lebih banyak bagian pergerakan.
Itulah sebabnya pembacaan jenuh jual penting. Jika RSI sudah turun di bawah 30 saat pemicu masuk Anda muncul, penurunan sudah terlalu jauh dan pantulan atau periode konsolidasi lebih mungkin terjadi daripada kelanjutan langsung.
Langkah penanganannya bersifat praktis. Sesuaikan ukuran posisi dengan jarak stop loss yang lebar, jadikan support terdekat sebagai target, dan terima bahwa sebagian skenario yang valid harus dilewatkan karena titik masuk terlalu jauh dari level stop loss yang layak.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Bisakah three black crows muncul saat tren turun?
Ya, dan interpretasinya berubah ketika hal itu terjadi. Tiga candle bearish panjang dapat terbentuk kapan saja selama penurunan, tetapi jika muncul di tengah tren turun, ketiganya mengisyaratkan kelanjutan, bukan pembalikan. Logika pembalikan hanya berlaku ketika formasi muncul setelah tren naik yang berkelanjutan.
Bisakah pola three black crows memberikan sinyal palsu?
Ya. Dua penyebab paling umum adalah pergerakan harga dalam rentang, ketika pola berakhir dengan pergerakan kembali melintasi rentang, serta volume rendah sepanjang ketiga candle, yang menunjukkan bahwa tekanan jual tidak didukung partisipasi luas. Konfirmasi dari indikator kedua mengurangi frekuensi Anda bertindak berdasarkan sinyal seperti ini.
Apakah pola three black crows cocok untuk semua kerangka waktu?
Pola ini muncul pada semua kerangka waktu dan lebih andal pada kerangka waktu yang lebih tinggi. Grafik harian dan mingguan menyaring banyak fluktuasi acak yang menghasilkan sinyal palsu pada perdagangan intraday. Contoh GBP/USD yang terdokumentasi di atas terbentuk pada grafik mingguan.
















