Artikel

Apa Itu Pola Rectangle dan Bagaimana Cara Memperdagangkannya?

Pola persegi panjang adalah pola grafik ketika harga bergerak mendatar di antara level support dan resistance yang horizontal, yang menunjukkan keseimbangan antara pembeli dan penjual. Pola grafik persegi panjang biasanya merupakan pola kelanjutan tren: pola persegi panjang bullish terbentuk saat tren naik, sedangkan pola persegi panjang bearish terbentuk saat tren turun. Trader menggunakan 2 strategi utama untuk memperdagangkan pola persegi panjang: 1) trading dalam rentang harga, yaitu membeli di dekat support dan menjual di dekat resistance, dan 2) trading breakout, yaitu membuka posisi ketika candle ditutup di luar pola persegi panjang, dengan target harga yang ditentukan dengan memproyeksikan tinggi vertikal pola dari titik breakout.

Pola rectangle adalah pola grafik yang terbentuk saat harga bergerak mendatar di antara level support dan resistance horizontal, yang menunjukkan keseimbangan antara pembeli dan penjual. Pola grafik rectangle biasanya merupakan pola kelanjutan: rectangle bullish terbentuk dalam tren naik, sedangkan rectangle bearish terbentuk dalam tren turun.

Trader menggunakan 2 strategi utama untuk memperdagangkan pola rectangle: 1) range trading, yaitu membeli di dekat support dan menjual di dekat resistance, serta 2) breakout trading, yaitu membuka posisi saat candle ditutup di luar rectangle, dengan target harga yang ditentukan dengan memproyeksikan tinggi vertikal rectangle dari titik breakout.

Apa Itu Pola Rectangle dalam Trading?

Pola rectangle adalah pola grafik teknikal yang terbentuk saat harga bergerak di antara level support dan resistance yang horizontal dan sejajar selama periode tertentu. Setiap kali harga naik ke resistance, penjual menekan harga kembali turun, dan setiap kali harga turun ke support, pembeli mendorong harga kembali naik.

Sentuhan berulang pada support dan resistance membentuk persegi panjang pada grafik. Karena itulah trader juga menyebut pola rectangle sebagai rentang perdagangan, zona konsolidasi, atau pola kotak. Pola grafik rectangle menunjukkan keraguan pasar: kekuatan pembeli dan penjual relatif seimbang, sehingga tidak ada pihak yang mampu mendorong harga keluar dari rentang hingga salah satu pihak menang dan sebuah candle ditutup di luar rectangle, membentuk breakout.

Pola rectangle merupakan salah satu pola harga klasik dalam analisis teknikal, yang dijelaskan oleh Richard W. Schabacker dan kemudian oleh Robert D. Edwards serta John Magee. Trader menemukan pola grafik rectangle pada grafik forex, saham, indeks, dan komoditas, serta pada kerangka waktu mulai dari grafik intraday hingga mingguan.

Bagaimana Cara Mengidentifikasi Pola Grafik Rectangle?

Pola grafik rectangle memiliki 5 ciri yang diperiksa trader sebelum melakukan trading dalam rentang: 1) adanya tren naik atau tren turun sebelumnya, 2) setidaknya 2 puncak ayunan harga (swing high) pada harga yang hampir sama, yang membentuk resistance, 3) setidaknya 2 lembah ayunan harga (swing low) pada harga yang hampir sama, yang membentuk support, 4) garis support dan resistance yang horizontal dan sejajar, serta 5) volume yang biasanya menurun selama harga masih berada di dalam rectangle.

CiriTampilan ciri pada grafik
1) Tren sebelumnyaTren naik atau tren turun sebelum rectangle mulai terbentuk
2) ResistanceSetidaknya 2 swing high pada harga yang hampir sama
3) SupportSetidaknya 2 swing low pada harga yang hampir sama
4) BentukGaris support dan resistance yang horizontal dan sejajar
5) VolumeBiasanya menurun selama harga masih berada di dalam rectangle

Swing high dan swing low pada pola rectangle hanya perlu berada pada harga yang cukup berdekatan, dan sentuhan yang bergantian antara resistance dan support membuat rectangle lebih mudah dikenali. Level support/resistance (S/R) yang berulang kali dikunjungi harga disebut level support dan resistance utama. Trader menggambar level-level ini sebagai garis horizontal, berbeda dengan garis tren diagonal yang digunakan untuk pola segitiga dan channel.

Pola rectangle dapat berlangsung dari beberapa minggu hingga beberapa bulan, dan rectangle yang berlangsung lebih lama biasanya menghasilkan breakout yang lebih kuat. Pada grafik harian, rentang mendatar yang berlangsung kurang dari sekitar 3 minggu, didahului oleh suatu tren, dan diikuti breakout searah tren tersebut biasanya diidentifikasi sebagai flag. Cara membedakan pola grafik rectangle dan pola flag akan dibahas secara terperinci di bagian selanjutnya dalam artikel ini.

Volume biasanya menyusut selama harga bergerak di dalam pola rectangle. Jika volume di dalam rectangle justru berfluktuasi tidak beraturan, sebagian trader membandingkan volume saat harga naik menuju resistance dengan volume saat harga turun menuju support, karena sisi dengan volume lebih besar dapat memberikan petunjuk arah breakout.

Penting: Pola rectangle dengan kurang dari 2 sentuhan pada masing-masing level support dan resistance belum terkonfirmasi, dan breakout dari rentang tersebut memiliki peluang jauh lebih besar untuk menjadi fakeout atau breakout palsu.

Apa Itu Pola Rectangle Bullish dan Bearish?

Pola rectangle terdiri dari 2 jenis, yang ditentukan oleh tren sebelumnya: 1) rectangle bullish, yang terbentuk dalam tren naik, dan 2) rectangle bearish, yang terbentuk dalam tren turun.

Apa Itu Pola Rectangle Bullish?

Pola rectangle bullish terbentuk saat kenaikan harga terhenti sementara dalam rentang mendatar di tengah tren naik, ketika pembeli mengambil jeda sebelum kembali mendorong harga lebih tinggi. Trader mengantisipasi breakout ke atas, dan pola grafik rectangle bullish terkonfirmasi saat sebuah candle ditutup di atas resistance.

Trading rectangle bullish memiliki 3 komponen: 1) order beli di atas resistance, 2) stop-loss di bawah support atau di titik tengah rectangle, dan 3) target harga sebesar resistance ditambah tinggi vertikal rectangle.

Apa Itu Pola Rectangle Bearish?

Pola rectangle bearish terbentuk saat penurunan harga terhenti sementara dalam rentang mendatar di tengah tren turun, ketika penjual mengambil jeda sebelum kembali menekan harga lebih rendah. Trader mengantisipasi breakout ke bawah, dan rectangle bearish terkonfirmasi saat sebuah candle ditutup di bawah support.

Trading rectangle bearish memiliki 3 komponen: 1) order jual di bawah support, 2) stop-loss di atas resistance atau di titik tengah rectangle, dan 3) target harga sebesar support dikurangi tinggi vertikal rectangle.

Apakah Rectangle Merupakan Pola Kelanjutan atau Pembalikan?

Rectangle biasanya merupakan pola kelanjutan, karena harga cenderung keluar dari rectangle searah dengan tren yang mendahuluinya. Rectangle juga dapat berfungsi sebagai pola pembalikan jika terbentuk pada akhir tren yang telah berlangsung lama dan harga mengalami breakout ke arah berlawanan.

Pola rectangle bersifat netral hingga terjadi breakout. Di dalam rectangle, pembeli mungkin sedang membangun posisi beli (akumulasi) atau penjual mungkin sedang melepas posisi (distribusi), dan breakout menunjukkan pihak yang menang.

Rectangle lebih mungkin berfungsi sebagai pola kelanjutan jika tren sebelumnya baru berlangsung beberapa bulan, dan kemungkinannya lebih kecil jika tren tersebut sudah berada pada tahap yang sangat matang. Karena breakout dapat terjadi ke kedua arah, trader menunggu candle ditutup di luar rectangle sebelum menentukan arah posisi.

Apa Saja Strategi Utama Trading Pola Rectangle?

Trader menggunakan 2 strategi utama untuk memperdagangkan pola rectangle: 1) range trading di dalam rectangle dan 2) breakout trading, dengan target harga yang ditentukan dengan memproyeksikan tinggi vertikal rectangle dari titik breakout.

1) Range Trading di Dalam Rectangle

Range trading pada pola rectangle berarti membeli di dekat support dan menjual di dekat resistance selama batas-batas rectangle tetap bertahan. Sebagian trader juga membuka posisi jual di dekat resistance dan membeli kembali di dekat support. Setiap posisi range trading memerlukan stop-loss tepat di luar rectangle, karena setiap rectangle berakhir dengan breakout yang dapat langsung bergerak melawan posisi yang dibuka di dalam rentang.

Range trading pada rectangle memiliki 2 risiko tambahan: 1) biaya spread menyerap sebagian besar potensi pergerakan dalam rectangle yang sempit, dan 2) stop-loss tepat di luar rectangle dapat tersentuh oleh fakeout atau pelebaran spread menjelang dan saat rilis berita. Pada rectangle selebar 30 pip, spread sebesar 1,5 pip menghabiskan sekitar 5% dari pergerakan support ke resistance, bahkan sebelum komisi dibayarkan.

2) Breakout Trading

Breakout trading pada rectangle berarti menunggu candle ditutup di luar rectangle, lalu membuka posisi searah breakout. Breakout trading merupakan cara yang lebih umum untuk memperdagangkan pola rectangle, karena pergerakan setelah breakout terkonfirmasi sering kali setidaknya sebesar tinggi vertikal rectangle.

Bagaimana Langkah-Langkah Trading Breakout Rectangle?

Trading breakout rectangle mengikuti 5 langkah: 1) mengonfirmasi breakout rectangle, 2) membuka posisi saat breakout atau retest, 3) memasang stop-loss, 4) menetapkan target harga dengan prinsip pengukuran, dan 5) mengelola posisi setelah target harga tercapai.

Langkah 1: Konfirmasi Breakout Rectangle

Breakout rectangle terkonfirmasi saat sebuah candle ditutup di luar rectangle: di atas resistance untuk breakout ke atas, atau di bawah support untuk breakout ke bawah. Candle yang hanya menembus sesaat ke luar rectangle lalu kembali ditutup di dalam rentang rectangle pada candle yang sama bukanlah breakout yang sesungguhnya.

Cara lain untuk mengonfirmasi sinyal trading adalah menunggu 3 candle ditutup di luar rectangle sebelum membuka posisi. Cara ketiga untuk menambahkan sinyal konfirmasi pada strategi ini adalah hanya mempertimbangkan candle breakout yang disertai peningkatan volume pada candle tersebut. Cara terakhir adalah melakukan konfirmasi menggunakan relative strength index (RSI) yang menembus ke atas level 50 saat breakout ke atas, untuk menunjukkan bahwa momentum bergerak searah breakout.

Fakeout terjadi saat sebuah candle ditutup di luar rectangle, lalu harga kembali masuk ke dalam rectangle, sehingga menjebak trader yang membuka posisi saat breakout. Pasar forex spot tidak memiliki data volume bursa terpusat, sehingga MT4 dan MT5 menampilkan tick volume, yang menghitung perubahan harga dalam setiap candle. Trader forex menggunakan tick volume untuk membaca volume saat breakout.

Tips Profesional: Pada MT4 dan MT5, gunakan tick volume untuk membaca volume saat breakout, dan anggap candle breakout dengan tick volume di bawah rata-rata terkini sebagai indikasi kemungkinan fakeout.

Langkah 2: Buka Posisi Saat Breakout atau Retest

Trader membuka posisi breakout rectangle dengan 1 dari 2 cara: 1) saat candle breakout ditutup, atau 2) saat retest, yaitu ketika harga kembali ke level yang telah ditembus setelah breakout. Setelah breakout ke atas, resistance yang ditembus sering berubah menjadi support, dan setelah breakout ke bawah, support yang ditembus sering berubah menjadi resistance.

Membuka posisi saat retest memberikan harga masuk yang lebih baik dan stop-loss yang lebih dekat, tetapi harga tidak selalu kembali ke level yang telah ditembus, sehingga beberapa peluang trading terlewat. Sebagai alternatif, sebagian trader memasang order buy stop beberapa pip di atas resistance atau order sell stop beberapa pip di bawah support. Order ini tereksekusi segera setelah harga bergerak keluar dari rectangle, tetapi juga tereksekusi saat fakeout dan dapat mengalami slippage ketika berita dirilis.

Langkah 3: Pasang Stop-Loss pada Posisi Rectangle

Trader menggunakan 3 lokasi penempatan stop-loss pada posisi breakout rectangle: 1) tepat di dalam rectangle, beberapa pip melewati level breakout ke arah dalam, 2) di titik tengah rectangle, yaitu di tengah antara support dan resistance, dan 3) stop-loss yang lebih aman beberapa pip di luar sisi berlawanan rectangle.

Stop-loss yang lebih dekat dengan harga masuk memungkinkan ukuran posisi lebih besar dengan risiko terhadap akun yang sama, tetapi retest atau fluktuasi harga normal dapat memicu stop-loss tersebut.

Stop-loss yang lebih aman di luar garis support/resistance pada sisi berlawanan dapat bertahan menghadapi retest dan ayunan harga normal, tetapi memerlukan ukuran posisi lebih kecil untuk mempertahankan rasio risiko-imbalan yang sama. Gap akhir pekan dan rilis berita dapat membuat harga melompati level stop-loss mana pun, sehingga posisi rectangle dapat ditutup pada harga yang lebih buruk daripada level stop-loss.

Langkah 4: Tetapkan Target Harga dengan Prinsip Pengukuran

Prinsip pengukuran menentukan target harga breakout rectangle: ukur tinggi vertikal rectangle, yaitu jarak antara support dan resistance, lalu proyeksikan jarak tersebut dari titik breakout searah breakout. Untuk breakout ke atas, target harga adalah resistance ditambah tinggi vertikal rectangle, sedangkan untuk breakout ke bawah, target harga adalah support dikurangi tinggi vertikal rectangle.

Sebagai contoh, rectangle dengan support di 1.1000 dan resistance di 1.1050 memiliki tinggi vertikal 50 pip, sehingga target harganya adalah 1.1100 setelah breakout ke atas dan 1.0950 setelah breakout ke bawah.

Target harga berdasarkan prinsip pengukuran merupakan target harga minimum, dan harga sering bergerak lebih jauh, terutama setelah rectangle yang berlangsung beberapa bulan. Harga juga dapat gagal mencapai target, karena prinsip pengukuran memberikan probabilitas, bukan jaminan.

Langkah 5: Kelola Posisi Rectangle Setelah Target Harga Tercapai

Trader yang ingin mempertahankan posisi rectangle setelah harga mencapai target menggunakan 2 metode umum: 1) merealisasikan sebagian keuntungan pada target harga dan membiarkan sisa posisi tetap terbuka, atau 2) menggeser stop-loss mengikuti swing high dan swing low.

Pada posisi beli, trader mempertahankan posisi selama harga terus membentuk lembah yang lebih tinggi dan menutup posisi saat harga membentuk puncak yang lebih rendah serta lembah yang lebih rendah. Pada posisi jual, trader mempertahankan posisi selama harga terus membentuk puncak yang lebih rendah dan menutup posisi saat harga membentuk puncak yang lebih tinggi serta lembah yang lebih tinggi.

Contoh Trading Pola Rectangle

Grafik EUR/USD 4 jam dalam contoh ini menunjukkan pola rectangle yang berfungsi sebagai pola pembalikan. Rectangle terbentuk sepanjang Juli setelah tren turun yang membawa EUR/USD dari sekitar 1.1800 pada Mei ke sekitar 1.1330 pada akhir Juni. Karena itu, trader mengantisipasi rectangle bearish dengan breakout ke bawah, tetapi harga justru menembus ke atas.

EUR/USD 4-hour chart showing a bullish rectangle pattern with support at 1.1378, an upside breakout above 1.1450 resistance and a price target of 1.1519.

Grafik EUR/USD 4 jam: pola rectangle antara 1.1378 dan 1.1450, breakout ke atas pada akhir Juli, dan target harga di 1.1519.

Rectangle EUR/USD menghasilkan 2 fakeout sebelum breakout yang bertahan: 1) pada pertengahan Juli, beberapa candle ditutup sedikit di atas resistance, lalu harga turun kembali ke dalam rectangle, dan 2) pada pekan terakhir Juli, sejumlah candle ditutup di bawah support dekat 1.1350, lalu harga kembali naik ke dalam rectangle. Fakeout ke bawah menjebak trader yang memperkirakan tren turun akan berlanjut.

Pada akhir Juli, sebuah candle besar menembus dan ditutup di atas resistance pada 1.1450, disertai beberapa batang tick volume tertinggi pada bulan tersebut dan RSI (14) yang naik dari bawah 50 ke atas 70. Rectangle EUR/USD berfungsi sebagai pola pembalikan, karena breakout bergerak berlawanan dengan tren turun pada Mei dan Juni.

Tinggi vertikal rectangle yang diukur pada grafik sekitar 70 pip (69,6 pip), sehingga target harganya adalah 1.1450 + 69,6 pip = 1.1519, yang ditandai sebagai Take Profit pada grafik. Harga mencapai target dalam beberapa hari setelah breakout, turun kembali menuju 1.1455 untuk menguji ulang resistance yang telah ditembus, lalu naik ke sekitar 1.1710 pada akhir Agustus, sekitar 260 pip di atas resistance dan lebih dari 3 kali tinggi vertikal rectangle.

Tabel berikut membandingkan 3 penempatan stop-loss untuk posisi EUR/USD ini, dengan asumsi harga masuk di 1.1460 saat candle breakout ditutup, akun senilai $10.000 dengan risiko 1% ($100) per transaksi, dan nilai pip sebesar $10 per lot standar.

Penempatan stop-lossLevel stop-lossRisikoImbalan hingga target hargaRasio risiko-imbalanUkuran posisi
1) Tepat di dalam rectangle1.144020 pip59 pip1:3,00,50 lot
2) Titik tengah rectangle1.141446 pip59 pip1:1,30,21 lot
3) Stop-loss yang lebih aman di bawah support1.136892 pip59 pip1:0,60,10 lot

Stop-loss tepat di dalam rectangle memberikan rasio risiko-imbalan terbaik, tetapi retest resistance yang lebih dalam akan menutup posisi dengan kerugian. Stop-loss yang lebih aman di bawah support mempertaruhkan lebih banyak pip daripada potensi keuntungan hingga target harga, sehingga posisi tersebut hanya memberikan hasil yang sepadan jika harga bergerak melampaui target harga minimum, seperti yang terjadi pada EUR/USD pada Agustus.

Jika diukur dari resistance, stop-loss di titik tengah berjarak sekitar 36 pip, dibandingkan dengan target harga sejauh 70 pip, sehingga rasio risiko-imbalannya sekitar 1:2. Membuka posisi saat candle breakout ditutup 10 pip lebih tinggi menurunkan rasio tersebut menjadi sekitar 1:1,3. Jadi, harga masuk memengaruhi rasio risiko-imbalan sama besarnya dengan penempatan stop-loss.

Trader dapat berlatih menggambar pola rectangle dan membandingkan 3 penempatan stop-loss ini pada akun demo TMGM di MT4 atau MT5 sebelum melakukan trading dengan uang sungguhan. Trading CFD melibatkan risiko yang signifikan dan tidak cocok untuk semua investor. Anda dapat kehilangan lebih dari setoran awal Anda.

Rectangle vs Channel, Segitiga, dan Flag: Apa Perbedaannya?

Rectangle, channel, segitiga simetris, dan flag sama-sama menunjukkan harga yang bergerak di antara 2 garis batas. Kemiringan garis dan durasi pembentukan masing-masing pola membedakan keempat pola tersebut.

PolaGaris batasHal yang ditunjukkan polaDurasi umum
RectangleHorizontal dan sejajarKonsolidasi mendatar, netral hingga terjadi breakoutBeberapa minggu hingga beberapa bulan
ChannelSejajar dan miring ke atas atau ke bawahTren naik atau tren turunBervariasi
Segitiga simetrisMengerucut menuju satu titik puncakKonsolidasi yang menyempit hingga terjadi breakoutBervariasi
FlagPendek dan sejajar, sering kali miring berlawanan arah trenJeda singkat dalam tren yang kuatBiasanya kurang dari 3 minggu

Channel memiliki garis sejajar yang miring ke atas atau ke bawah, sehingga menandai suatu tren, sedangkan garis rectangle tetap horizontal dan menandai rentang mendatar. Segitiga simetris merupakan pola yang paling mirip dengan rectangle, karena keduanya adalah konsolidasi yang tetap netral hingga terjadi breakout. Namun, garis segitiga simetris mengerucut, sedangkan garis rectangle tetap horizontal dan sejajar.

Flag menyerupai rectangle kecil dan sering kali miring berlawanan arah tren. Pada grafik harian, flag biasanya berlangsung kurang dari 3 minggu. Jika rentang mendatar yang sama berlangsung lebih dari sekitar 3 minggu, trader menganggap rentang tersebut sebagai pola rectangle.

Pertanyaan Umum tentang Pola Rectangle

Berapa Lama Pola Rectangle Terbentuk?

Pola rectangle biasanya membutuhkan beberapa minggu hingga beberapa bulan untuk terbentuk, dan rectangle yang berlangsung lebih lama cenderung menghasilkan breakout yang lebih kuat. Pada grafik harian, rentang mendatar yang berlangsung kurang dari sekitar 3 minggu biasanya disebut flag, bukan rectangle.

Apa yang Terjadi Setelah Breakout Pola Rectangle?

Setelah breakout pola rectangle, harga sering menguji ulang level yang telah ditembus, lalu bergerak setidaknya sejauh tinggi vertikal rectangle searah breakout. Sebagian breakout rectangle berubah menjadi fakeout dan harga kembali ke dalam rectangle, sehingga trader selalu memasang stop-loss.

Bisakah Pola Rectangle Diperdagangkan di Pasar Forex?

Ya, pola rectangle terbentuk pada grafik forex di semua kerangka waktu, dan trader forex menggunakan 2 strategi yang sama dengan trader saham: 1) range trading dan 2) breakout trading. Trader forex menggunakan tick volume di MT4 dan MT5 untuk membaca volume saat breakout, karena pasar forex spot tidak memiliki data volume bursa terpusat.

Apakah Pola Rectangle Bersifat Bullish atau Bearish?

Pola rectangle bersifat netral hingga terjadi breakout. Rectangle bullish terbentuk dalam tren naik dan biasanya menembus ke atas resistance, sedangkan rectangle bearish terbentuk dalam tren turun dan biasanya menembus ke bawah support.

Apa Perbedaan antara Pola Rectangle dan Rentang Perdagangan?

Pola rectangle dan rentang perdagangan menggambarkan pergerakan harga yang sama: harga bergerak mendatar di antara support dan resistance horizontal. Trader menyebut suatu rentang perdagangan sebagai pola rectangle setelah rentang tersebut memiliki lebih dari beberapa sentuhan pada support dan setidaknya 2 sentuhan pada resistance.

Trading Lebih Cerdas Hari Ini

$10,000 Dana Demo
100+ Pasar
Biaya Rendah, Spread Ketat
Trading App
TMGM
Trade The World
Tim TMGM Academy dan Market Insights adalah kolektif analis keuangan dan strategis trading. Dengan akses ke data institusional real-time dan lebih dari satu dekade operasi pasar, tim menyediakan analisis berbasis fakta tentang forex, emas, cryptocurrency, saham, komoditas (seperti minyak), dan indeks. Konten kami diatur secara ketat, seperti yang diuraikan dalam halaman kebijakan editorial kami. TMGM mematuhi pedoman ASIC dan VFSC.
Bergabunglah dengan Lebih dari 1.000.000 klien di platform trading pemenang penghargaan kami
1
Daftar Akun
Live
2
Danai Akun
Anda
3
Mulai Trading
Seketika
Buka Akun