Sebuah pola kelanjutan adalah pola grafik dalam analisis teknikal yang terbentuk ketika pergerakan harga terhenti sementara dalam tren yang sedang berlangsung, lalu kembali bergerak ke arah yang sama setelah jeda berakhir. Jeda tersebut terlihat pada grafik sebagai konsolidasi, yaitu periode singkat ketika harga bergerak mendatar atau sedikit berlawanan dengan tren di antara garis tren atau garis support dan resistance yang jelas. Pola kelanjutan yang umum meliputi flag, pennant, segitiga, persegi panjang, serta pola cup and handle.
Trader memperdagangkan pola kelanjutan dalam 3 langkah: 1) mengonfirmasi tren yang sedang berlangsung, 2) menunggu candle breakout ditutup di luar batas pola, dan 3) memastikan volume meningkat pada candle breakout. Setiap transaksi berdasarkan pola kelanjutan dilengkapi stop-loss di sisi berlawanan dari batas pola serta target harga yang ditetapkan dengan memproyeksikan ukuran pola dari level breakout.
Apa Itu Pola Kelanjutan dalam Trading?
Pola kelanjutan adalah pola grafik yang menunjukkan jeda sementara dalam suatu tren sebelum harga kembali bergerak ke arah yang sama. Pola kelanjutan dapat terbentuk dalam tren naik maupun tren turun, dan breakout dari pola kelanjutan biasanya mengikuti tren sebelumnya.
Selama konsolidasi, kekuatan pembeli dan penjual relatif seimbang sehingga tidak ada pihak yang mampu mendorong harga keluar dari area konsolidasi. Dalam tren naik, pembeli yang masuk lebih awal menutup posisi untuk mengamankan keuntungan sehingga harga bergerak mendatar atau melemah, sementara pembeli baru menunggu harga masuk yang lebih baik. Ketika pembeli kembali memegang kendali, harga menembus keluar dari pola kelanjutan dan tren naik berlanjut.
Trader menggunakan pola kelanjutan untuk 2 tujuan: 1) mengikuti tren yang terlewat pada awal pembentukannya, 2) menambah posisi yang sudah ada. Pola kelanjutan digambar menggunakan garis tren, garis support, dan garis resistance sehingga level masuk dan keluar mudah terlihat pada grafik.
Pola kelanjutan muncul pada semua kerangka waktu, mulai dari grafik 1 jam hingga grafik harian dan mingguan. Flag dan pennant biasanya terbentuk dalam sejumlah kecil candle, sedangkan pola persegi panjang serta cup and handle dapat membutuhkan waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan untuk terbentuk sepenuhnya.
Pola Kelanjutan vs Pola Pembalikan
Pola kelanjutan memberi sinyal bahwa tren yang sedang berlangsung kemungkinan akan berlanjut, sedangkan pola pembalikan memberi sinyal bahwa tren tersebut kemungkinan akan berakhir dan berbalik arah. Beberapa pola grafik dapat berfungsi sebagai keduanya: pola persegi panjang dan segitiga simetris dapat mengalami breakout ke kedua arah sehingga arah candle breakout menunjukkan jenis pola yang terbentuk.
| Karakteristik | Pola kelanjutan | Pola pembalikan |
|---|---|---|
| Sinyal yang diberikan | Tren yang sedang berlangsung berlanjut setelah jeda | Tren yang sedang berlangsung berakhir dan berbalik arah |
| Arah transaksi | Searah dengan tren sebelumnya | Berlawanan dengan tren sebelumnya |
| Lokasi pembentukan | Di tengah tren | Di puncak atau dasar tren |
| Contoh umum | Flag, pennant, segitiga, persegi panjang, cup and handle | Head and shoulders, double top, double bottom |
Pola pembalikan memiliki aturan masuk tersendiri yang dibahas secara lengkap dalam panduan pola pembalikan kami.
Apa Saja Pola Grafik Kelanjutan yang Paling Umum?
Ada 5 pola grafik kelanjutan yang paling umum, yaitu 1) flag, 2) pennant, 3) segitiga, 4) persegi panjang, dan 5) pola cup and handle. Setiap pola grafik kelanjutan memiliki versi bullish yang terbentuk dalam tren naik dan versi bearish yang terbentuk dalam tren turun.
Pola Flag
Sebuah pola flag adalah konsolidasi singkat yang terbentuk setelah kenaikan atau penurunan tajam yang disebut tiang bendera. Flag itu sendiri berupa kanal kecil dengan 2 garis tren sejajar yang miring berlawanan dengan arah tren. Flag bullish sedikit miring ke bawah setelah kenaikan kuat, sedangkan flag bearish sedikit miring ke atas setelah penurunan tajam.
Volume biasanya lebih rendah selama pembentukan flag dan meningkat ketika candle breakout ditutup di luar flag. Flag biasanya terbentuk di tengah tren dan jarang terbentuk di puncak atau dasar tren. Panduan bull flag kami membahas definisi, strategi trading, dan contoh transaksi untuk membantu Anda memahaminya.
Pola Pennant Flag
Sebuah pola pennant flag terbentuk setelah tiang bendera, seperti pola flag, tetapi konsolidasinya berupa segitiga simetris kecil dengan garis tren yang saling mendekat. Pennant sering terbentuk setelah kenaikan atau penurunan tajam yang dipicu berita atau laporan laba, dan biasanya hanya berlangsung selama sejumlah kecil candle.
Tiang bendera membedakan pennant dari segitiga biasa: pennant selalu mengikuti kenaikan atau penurunan tajam, sedangkan segitiga dapat terbentuk setelah tren yang lebih lambat. Breakout pennant biasanya mengikuti arah tiang bendera, dan candle breakout yang disertai peningkatan volume membuat breakout pennant lebih dapat diandalkan.
Pola Segitiga
Pola segitiga terbentuk ketika harga bergerak di antara 2 garis tren yang semakin mendekat hingga bertemu. Trader yang menggunakan pola kelanjutan mengamati 3 jenis segitiga: 1) segitiga naik, dengan garis resistance mendatar dan titik terendah yang semakin tinggi, yang bersifat bullish, 2) segitiga turun, dengan garis support mendatar dan titik tertinggi yang semakin rendah, yang bersifat bearish, serta 3) segitiga simetris, dengan garis tren yang saling mendekat di kedua sisinya.
Segitiga simetris dapat mengalami breakout ke kedua arah, tetapi breakout segitiga simetris biasanya mengikuti tren sebelumnya, terutama ketika volume meningkat pada candle breakout. Setiap jenis segitiga memiliki aturan masuk tersendiri yang dibahas secara lengkap dalam panduan pola segitiga kami.
Pola Persegi Panjang
Sebuah pola persegi panjang terbentuk ketika harga bergerak mendatar di antara garis support dan resistance yang sejajar, sehingga membentuk rentang perdagangan yang jelas. Persegi panjang menunjukkan keseimbangan antara pembeli dan penjual, dan harga cenderung keluar dari persegi panjang searah dengan pergerakannya saat memasuki pola tersebut. Persegi panjang bullish terbentuk dalam tren naik dan biasanya mengalami breakout ke atas, sedangkan persegi panjang bearish terbentuk dalam tren turun dan biasanya mengalami breakout ke bawah.
Persegi panjang juga dapat berfungsi sebagai pola pembalikan, dan fakeout, yang juga dikenal sebagai breakout palsu, sering terjadi pada garis support dan resistance persegi panjang. Trader menunggu candle ditutup di luar persegi panjang sebelum membuka transaksi. Persegi panjang tidak memiliki batas waktu tetap dan dapat berlangsung dari beberapa hari hingga beberapa bulan.
Pola Cup and Handle
Pola cup and handle adalah pola kelanjutan bullish yang terdiri atas cawan berbentuk U yang diikuti gagang kecil yang miring ke bawah. Titik terendah gagang seharusnya berada jauh di atas titik terendah cawan, yang menunjukkan bahwa pembeli mempertahankan harga di dekat garis resistance.
Trader menempatkan order beli di atas garis resistance gagang, dengan stop-loss di bawah titik terendah gagang dan target harga sebesar kedalaman cawan. Pola cup and handle dapat terbentuk selama beberapa hari atau minggu pada grafik jangka pendek dan selama beberapa bulan pada grafik harian dan mingguan. Panduan cup and handle kami menjelaskan aturan masuk secara lengkap.
Pola Kelanjutan Bullish vs Bearish
Pola kelanjutan bullish terbentuk dalam tren naik dan biasanya mengalami breakout ke atas, sedangkan pola kelanjutan bearish terbentuk dalam tren turun dan biasanya mengalami breakout ke bawah. Tabel berikut mencantumkan versi bullish dan bearish dari setiap pola kelanjutan.
| Pola | Pola kelanjutan bullish | Pola kelanjutan bearish |
|---|---|---|
| Flag | Flag bullish: miring ke bawah setelah kenaikan | Flag bearish: miring ke atas setelah penurunan |
| Pennant | Pennant bullish setelah kenaikan tajam | Pennant bearish setelah penurunan tajam |
| Segitiga naik dan turun | Segitiga naik: garis resistance mendatar, titik terendah semakin tinggi | Segitiga turun: garis support mendatar, titik tertinggi semakin rendah |
| Segitiga simetris | Mengalami breakout ke atas dalam tren naik | Mengalami breakout ke bawah dalam tren turun |
| Persegi panjang | Persegi panjang bullish dalam tren naik | Persegi panjang bearish dalam tren turun |
| Cup and handle | Pola cup and handle | Pola cup and handle terbalik |
Bagaimana Cara Trading dengan Pola Kelanjutan?
Trader memperdagangkan pola kelanjutan dalam 4 langkah: 1) mengidentifikasi tren sebelumnya, 2) menunggu breakout yang terkonfirmasi, 3) memeriksa volume pada candle breakout, dan 4) menetapkan stop-loss serta target harga. Melewatkan langkah pertama merupakan salah satu penyebab umum kegagalan transaksi berdasarkan pola kelanjutan karena pola kelanjutan yang tidak didahului tren yang jelas tidak dapat diandalkan.
Identifikasi Tren Sebelum Pola Terbentuk
Pola kelanjutan harus didahului tren yang jelas karena pola ini hanya memberi sinyal bahwa tren yang sedang berlangsung akan berlanjut. Dalam pasar yang mendatar atau bergerak tidak beraturan, bentuk yang sama sering muncul dan mengalami breakout ke arah acak sehingga pola kelanjutan tidak dapat diandalkan jika tidak ada tren.
Trader mengonfirmasi tren dengan 3 alat bantu: 1) titik tertinggi dan terendah yang semakin tinggi dalam tren naik, atau titik tertinggi dan terendah yang semakin rendah dalam tren turun, 2) harga yang bertahan di atas moving average yang menanjak, seperti moving average 50 periode, dalam tren naik, atau di bawah moving average yang menurun dalam tren turun, dan 3) garis tren yang telah beberapa kali disentuh harga tanpa berhasil ditembus.
Banyak trader membaca tren pada kerangka waktu yang lebih tinggi dan mencari pola kelanjutan pada kerangka waktu yang lebih rendah. Sebagai contoh, trader dapat mengonfirmasi tren naik pada grafik harian, lalu memperdagangkan flag bullish pada grafik 1 jam.
Tunggu Breakout yang Terkonfirmasi
Sebuah breakout terjadi ketika candle ditutup di luar level support atau resistance. Trader menghindari membuka transaksi saat harga masih berada di dalam area konsolidasi karena harga dapat bergerak ke kedua arah sebelum breakout terjadi.
Trader menggunakan 2 strategi masuk utama pada pola kelanjutan: 1) order pasar ketika candle breakout ditutup di luar batas pola, dan 2) order limit pada pengujian ulang (retest), ketika harga kembali menyentuh batas pola yang telah ditembus dari sisi sebaliknya. Masuk saat candle ditutup memungkinkan trader mengikuti tren lebih awal, sedangkan masuk saat retest memberikan harga yang lebih baik dan stop-loss yang lebih dekat, tetapi peluang transaksi terlewat jika harga tidak pernah kembali ke dalam level support dan resistance.
Sebagian trader menempatkan order buy stop beberapa pip di atas garis resistance alih-alih menunggu candle ditutup. Order buy stop di atas garis resistance memungkinkan masuk lebih awal, tetapi lebih rentan terhadap fakeout dibandingkan menunggu candle breakout ditutup.
| Penting: Candle breakout yang kembali ditutup di dalam garis support dan resistance selama sesi sering kali berujung pada fakeout. Karena itu, selalu tunggu candle breakout ditutup di luar garis support dan resistance sebelum membuka transaksi. |
|---|
Periksa Volume pada Candle Breakout
Peningkatan volume pada candle breakout menunjukkan momentum yang lebih kuat sehingga breakout lebih dapat diandalkan. Tolok ukur yang umum digunakan adalah volume candle breakout sekitar 50% atau lebih di atas volume rata-rata candle di dalam area konsolidasi. Volume selama konsolidasi biasanya lebih rendah, terutama di dalam pola flag dan pennant.
Perlu diperhatikan bahwa forex spot tidak memiliki bursa terpusat sehingga grafik forex dan sebagian besar grafik CFD menampilkan volume tick, bukan volume perdagangan. Volume tick menghitung berapa kali harga berubah selama setiap candle dan cenderung naik turun sejalan dengan aktivitas perdagangan yang sebenarnya. Karena itu, trader menggunakan volume tick untuk membandingkan candle breakout dengan candle konsolidasi.
Volume tick paling tepat digunakan sebagai pembanding pada instrumen dan kerangka waktu yang sama. Volume tick juga meningkat pada hampir setiap candle saat pembukaan sesi London dan New York. Karena itu, lonjakan volume tick pada candle breakout saat pembukaan sesi merupakan bukti breakout nyata yang lebih lemah dibandingkan lonjakan serupa pada periode sesi yang sepi.
| Kiat Profesional: Pada MT4 dan MT5, tambahkan indikator Volumes ke grafik dan bandingkan volume tick candle breakout dengan rata-rata volume tick candle konsolidasi. |
|---|
Tetapkan Stop-Loss dan Target Harga
Trader menempatkan stop-loss di sisi berlawanan dari batas pola: di bawah garis support atau garis tren bawah untuk pola bullish, atau di atas garis resistance atau garis tren atas untuk pola bearish. Stop-loss yang ditempatkan tepat pada level breakout mudah tersentuh saat retest normal. Karena itu, banyak trader menggunakan stop-loss yang lebih aman di luar swing low atau swing high terbaru di dalam pola kelanjutan, ditambah sedikit jarak pengaman berdasarkan average true range (ATR).
Target harga berasal dari proyeksi pergerakan terukur (measured move), yang memproyeksikan ukuran pola kelanjutan dari level breakout ke arah tren. Trader mengukur ukuran setiap pola kelanjutan dengan 4 cara: 1) panjang tiang bendera untuk flag dan pennant, 2) tinggi vertikal persegi panjang untuk pola persegi panjang, 3) bagian terlebar segitiga untuk pola segitiga, dan 4) kedalaman cawan untuk pola cup and handle.
Sebagian trader menetapkan target harga dengan rasio risiko terhadap imbal hasil yang tetap, seperti 1:2, dan menggunakan trailing stop-loss untuk melindungi keuntungan saat tren berlanjut. Tabel berikut merangkum pemicu masuk, stop-loss, dan target harga untuk setiap pola kelanjutan.
| Pola | Pemicu masuk | Stop-loss | Target harga |
|---|---|---|---|
| Flag | Candle ditutup di luar flag searah tren | Di luar sisi berlawanan dari flag | Panjang tiang bendera yang diproyeksikan dari level breakout |
| Pennant | Candle ditutup di luar pennant searah tiang bendera | Di luar sisi berlawanan dari pennant | Panjang tiang bendera yang diproyeksikan dari level breakout |
| Segitiga naik | Candle ditutup di atas garis resistance mendatar | Di bawah titik terendah terbaru yang semakin tinggi | Bagian terlebar segitiga yang diproyeksikan ke atas dari level breakout |
| Segitiga turun | Candle ditutup di bawah garis support mendatar | Di atas titik tertinggi terbaru yang semakin rendah | Bagian terlebar segitiga yang diproyeksikan ke bawah dari level breakout |
| Segitiga simetris | Candle ditutup di luar garis tren searah tren | Di luar titik swing terbaru di dalam segitiga | Bagian terlebar segitiga yang diproyeksikan dari level breakout |
| Persegi panjang | Candle ditutup di luar persegi panjang searah tren | Di luar sisi berlawanan dari persegi panjang | Tinggi vertikal persegi panjang yang diproyeksikan dari level breakout |
| Cup and handle | Candle ditutup di atas garis resistance gagang | Di bawah titik terendah gagang | Kedalaman cawan yang diproyeksikan ke atas dari level breakout |
Contoh Pola Kelanjutan: Flag Bullish pada EUR/USD
Contoh pola kelanjutan berikut adalah flag bullish hipotetis pada grafik EUR/USD 1 jam, dengan tren yang dikonfirmasi pada grafik 4 jam.
- Tren: Pada grafik 4 jam, EUR/USD membentuk titik tertinggi dan terendah yang semakin tinggi serta bertahan di atas moving average 50 periode yang menanjak, sehingga mengonfirmasi tren naik.
- Tiang bendera: Pada grafik 1 jam, EUR/USD naik dari 1.0800 ke 1.0900, sehingga panjang tiang benderanya 100 pip.
- Flag: EUR/USD kemudian bergerak turun perlahan di antara 2 garis tren sejajar selama 12 candle, dengan titik terendah flag di 1.0870, dan volume tick menurun selama pembentukan flag.
- Breakout: Candle breakout ditutup di 1.0895, di atas garis tren atas flag pada 1.0888, dengan volume tick sekitar 60% di atas rata-rata candle flag.
- Masuk dan stop-loss: Trader membeli EUR/USD pada 1.0895 dan menetapkan stop-loss yang lebih aman pada 1.0862, beberapa pip di bawah titik terendah flag, sehingga risikonya 33 pip.
- Target harga: Trader memproyeksikan panjang tiang bendera sebesar 100 pip dari level breakout 1.0888, sehingga menghasilkan target harga 1.0988 dan potensi imbal hasil 93 pip.
Dengan akun senilai $10.000 dan batas risiko 1%, trader dapat menanggung kerugian $100 pada transaksi EUR/USD tersebut. Dengan nilai sekitar $10 per pip untuk 1 lot standar EUR/USD, stop-loss 33 pip memungkinkan ukuran posisi sekitar 0,3 lot ($100 ÷ 33 pip ÷ $10 per pip).
Jika EUR/USD mencapai target harga 1.0988, keuntungan 93 pip pada 0,3 lot bernilai sekitar $279, mendekati 3 kali risiko yang direncanakan. Jika EUR/USD kembali turun menembus titik terendah flag dan menyentuh stop-loss pada 1.0862, kerugian tetap mendekati $100 yang direncanakan, ditambah slippage jika terjadi.
Apa Saja Risiko Trading dengan Pola Kelanjutan?
Pola kelanjutan memiliki 3 risiko utama: 1) fakeout, 2) pola kelanjutan yang gagal dan berubah menjadi pembalikan, serta 3) risiko eksekusi atau slippage ketika candle breakout terbentuk di pasar yang bergerak cepat. Setiap risiko dapat mengubah pembacaan pola yang benar menjadi transaksi yang merugi. Karena itu, trader mengantisipasi ketiga risiko tersebut sebelum membuka posisi.
Cara Mengelola Fakeout dan Breakout Palsu
Fakeout terjadi ketika harga ditutup di luar batas pola, lalu dengan cepat kembali ke dalam pola kelanjutan, sehingga menjebak trader yang masuk saat breakout. Fakeout sering terjadi di pasar yang bergerak tidak beraturan, pada sesi bervolume rendah, serta pada batas pola persegi panjang dan segitiga yang diamati banyak trader.
Trader mengurangi risiko fakeout dengan 4 pemeriksaan: 1) menunggu candle breakout ditutup di luar batas pola, 2) mencari volume yang lebih tinggi pada candle breakout, 3) hanya bertransaksi searah tren yang jelas, dan 4) menggunakan indikator seperti moving average convergence divergence (MACD) atau average directional index (ADX) untuk mengonfirmasi kekuatan tren.
Breakout selama sesi Asia pada pasangan mata uang utama seperti EUR/USD cenderung lebih sering gagal dibandingkan breakout selama sesi London dan New York karena lebih sedikit trader yang aktif untuk mendorong harga melewati level breakout.
Ketika Pola Kelanjutan Gagal
Pola kelanjutan gagal ketika candle ditutup di luar batas pola dengan arah berlawanan dari tren sebelumnya. Misalnya, candle yang menembus dan ditutup di bawah titik terendah flag bullish menunjukkan bahwa penjual telah memegang kendali dan tren naik mungkin akan berakhir.
Kegagalan pola kelanjutan merupakan peringatan dini untuk menutup atau mengurangi posisi yang bergantung pada tren tersebut, dan sebagian trader menganggap kegagalan ini sebagai kemungkinan sinyal pembalikan. Trader tetap menunggu tren baru menunjukkan titik tertinggi dan terendah yang semakin rendah sebelum bertransaksi ke arah berlawanan.
Risiko Eksekusi saat Breakout: Slippage, Spread, dan Gap
Slippage terjadi ketika order dieksekusi pada harga yang lebih buruk daripada harga yang diminta trader, dan paling sering terjadi pada candle breakout saat rilis berita penting seperti non-farm payrolls AS atau keputusan bank sentral. Order buy stop di atas garis resistance dapat dieksekusi beberapa pip lebih tinggi daripada yang direncanakan ketika harga melonjak melewati level breakout.
Spread dapat melebar di sekitar rollover harian dan selama perdagangan sesi Asia yang sepi, sehingga dapat memicu stop-loss pada posisi jual meskipun harga bid pada grafik tidak pernah mencapai level stop-loss. CFD indeks, komoditas, dan saham juga dapat mengalami gap selama akhir pekan sehingga stop-loss dapat dieksekusi pada harga pembukaan Senin, bukan pada level stop-loss.
Trader membatasi risiko eksekusi dengan 3 cara: 1) menentukan ukuran setiap posisi berdasarkan jarak stop-loss agar kerugian tetap berada dalam persentase tetap dari nilai akun, 2) menghindari pembukaan posisi breakout baru tepat sebelum rilis berita berdampak tinggi, dan 3) bertransaksi melalui broker yang diawasi ASIC dan menawarkan spread mentah serta eksekusi cepat pada MT4 dan MT5.
Trader dapat berlatih mengidentifikasi pola kelanjutan dan menempatkan order stop-loss menggunakan akun demo TMGM pada MT4 dan MT5 sebelum bertransaksi dengan uang sungguhan. Trading CFD melibatkan risiko yang signifikan dan tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat kehilangan lebih dari setoran awal Anda.
Mulai trading bersama TMGM tanpa khawatir.
Atau coba akun demo gratis kami (tanpa perlu setoran).
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Segitiga Simetris Merupakan Pola Kelanjutan atau Pembalikan?
Segitiga simetris dapat menjadi pola kelanjutan maupun pola pembalikan karena harga dapat menembus keluar dari segitiga simetris ke kedua arah. Breakout segitiga simetris biasanya mengikuti tren sebelumnya sehingga trader memperlakukan segitiga simetris sebagai pola kelanjutan dan menunggu candle breakout menunjukkan arahnya.
Pola Kelanjutan Mana yang Paling Dapat Diandalkan?
Tidak ada satu pola kelanjutan yang paling dapat diandalkan di semua pasar. Flag dan pennant sering dianggap dapat diandalkan karena terbentuk dalam tren yang kuat dan cepat menghasilkan breakout. Selain itu, setiap pola kelanjutan menjadi lebih dapat diandalkan jika terbentuk setelah tren yang jelas dan mengalami breakout dengan volume yang meningkat.
Kerangka Waktu Apa yang Paling Baik untuk Trading dengan Pola Kelanjutan?
Pola kelanjutan dapat digunakan pada semua kerangka waktu, mulai dari grafik 1 jam hingga grafik harian dan mingguan. Banyak trader mengonfirmasi tren pada kerangka waktu yang lebih tinggi, seperti grafik harian, lalu mencari pola kelanjutan dan titik masuk pada kerangka waktu yang lebih rendah, seperti grafik 1 jam atau 4 jam. Pola kelanjutan pada kerangka waktu yang lebih tinggi biasanya menghasilkan lebih sedikit fakeout, tetapi membutuhkan stop-loss yang lebih jauh dari titik masuk. Karena itu, trader menyesuaikan ukuran posisi agar risiko per transaksi tetap sama.
















