Harga Minyak WTI Menguat di Atas $101,00 Seiring Tetap Tingginya Ketegangan di Timur Tengah

  • Harga minyak WTI kembali di atas $101,00 seiring memudarnya harapan akan kesepakatan damai di Timur Tengah.
  • Iran menuding AS tidak serius dalam mengupayakan kesepakatan damai.
  • Sebuah kapal dilaporkan terbakar di Selat Hormuz.

Harga minyak pada Selasa kembali memangkas sebagian penurunan yang terjadi dalam beberapa hari sebelumnya, seiring memudarnya harapan akan kesepakatan damai di Timur Tengah, sementara serangan terhadap kapal-kapal yang berupaya melintasi Selat Hormuz terus berlanjut. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI), yang menjadi acuan AS, telah naik kembali ke atas $101,00, meskipun masih jauh di bawah level tertinggi Jumat di $103,28.

TMGM Analysis: Financial Market News, Economic Calendar & Market Insights

Para perunding dari Arab Saudi, Pakistan, dan Turki tiba di Teheran pada Senin untuk bertemu dengan pihak berwenang Iran dan berupaya mencegah eskalasi ketegangan lebih lanjut, menurut Kementerian Luar Negeri Iran. 

Namun, harapan akan tercapainya kesepakatan damai dalam waktu dekat masih tipis, karena pihak berwenang Iran menuding AS tidak serius dalam mengupayakan kesepakatan damai, sementara AS dan Israel meningkatkan ancaman terhadap Republik Islam tersebut.

Sementara itu, sebuah kapal dilaporkan terbakar di Selat Hormuz, sekitar 63 mil laut di sebelah tenggara Irak, menurut laporan United Kingdom Maritime Trade Operations (UKTMO). Jalur yang sebelum perang dilalui sekitar 20% produksi minyak mentah global ini telah berubah menjadi perangkap, sehingga meningkatkan kekhawatiran akan gangguan pasokan.

Selain itu, milisi Houthi dari Yaman yang didukung Iran terus menargetkan bandara dan infrastruktur minyak Arab Saudi, sehingga meningkatkan kekhawatiran mengenai pasokan. Bandara Riyadh diserang pada Senin, dan badan Pertahanan Sipil Arab Saudi melaporkan serangan drone lanjutan pada Selasa setelah mengeluarkan peringatan darurat di provinsi-provinsi bagian timur pada hari yang sama.


Tanya Jawab Seputar Minyak WTI

Minyak WTI adalah salah satu jenis minyak mentah yang diperdagangkan di pasar internasional. WTI merupakan singkatan dari West Texas Intermediate, salah satu dari tiga jenis minyak mentah utama selain Brent dan Dubai. WTI juga disebut “ringan” dan “manis” karena berat jenisnya relatif rendah dan kandungan sulfurnya relatif sedikit. Minyak ini dianggap berkualitas tinggi dan mudah dimurnikan. WTI berasal dari Amerika Serikat dan didistribusikan melalui pusat distribusi Cushing, yang dikenal sebagai “Persimpangan Pipa Minyak Dunia”. WTI menjadi acuan pasar minyak dan harganya sering dikutip di media.

Seperti semua aset, penawaran dan permintaan merupakan penggerak utama harga minyak WTI. Karena itu, pertumbuhan ekonomi global dapat mendorong peningkatan permintaan, sedangkan pertumbuhan global yang lemah dapat berdampak sebaliknya. Ketidakstabilan politik, perang, dan sanksi dapat mengganggu pasokan dan memengaruhi harga. Keputusan OPEC, kelompok negara produsen minyak utama, juga menjadi penggerak penting harga. Nilai dolar AS memengaruhi harga minyak mentah WTI karena minyak sebagian besar diperdagangkan dalam dolar AS. Dengan demikian, pelemahan dolar AS dapat membuat minyak lebih terjangkau, dan sebaliknya.

Laporan persediaan minyak mingguan yang diterbitkan oleh American Petroleum Institute (API) dan Energy Information Agency (EIA) memengaruhi harga minyak WTI. Perubahan persediaan mencerminkan fluktuasi penawaran dan permintaan. Jika data menunjukkan penurunan persediaan, hal itu dapat mengindikasikan peningkatan permintaan yang mendorong kenaikan harga minyak. Persediaan yang lebih tinggi dapat mencerminkan peningkatan pasokan yang menekan harga. Laporan API diterbitkan setiap Selasa, sedangkan laporan EIA diterbitkan sehari setelahnya. Hasil keduanya biasanya serupa, dengan selisih tidak lebih dari 1% pada 75% kesempatan. Data EIA dianggap lebih andal karena lembaga tersebut merupakan instansi pemerintah.

OPEC (Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak) adalah kelompok yang terdiri atas 12 negara produsen minyak yang secara bersama-sama menetapkan kuota produksi bagi negara anggota dalam pertemuan dua kali setahun. Keputusan mereka kerap memengaruhi harga minyak WTI. Ketika OPEC memutuskan untuk menurunkan kuota, pasokan dapat mengetat sehingga mendorong kenaikan harga minyak. Ketika OPEC meningkatkan produksi, dampaknya berlawanan. OPEC+ merujuk pada kelompok yang lebih luas, yang mencakup sepuluh negara tambahan di luar OPEC, dengan Rusia sebagai anggota yang paling menonjol.